Tips

OJO BOSEN JADI WONG APIK

1 year ago

Dilihat 879 kali

@mynameiskhus

Kita tahu bahwa perubahan begitu cepat. Apa yang mungkin dipelajari saat kuliah sangat memungkinkan hanya sedikit kemampuan yang akan digunakan. Banyak hal yang terus berkembang dan juga persaingan yang begitu ketat. Tidak ada celah untuk hanya sekedar mengadalkan ijazah dan status sarjana, tetapi perlu kemampuan sesungguhnya. Kemampuan yang terus di asah yaitu APIK.

Alhamdulillah beberapa minggu lalu Universitas Amikom telah menyelenggarakan wisuda periode yang ke 84 dan tercatat sebagai wisuda paling banyak pesertanya sepanjang proses wisuda di Universitas AmikomYogyakarta. Tentunya ini patut di syukuri bersama semoga para wisudawan dan wisudawati mendapatkan karir sesuai dengan yang di inginkan. Sebelum wisuda salah satu rangkain rutin adalah acara pelepasan wisuda yang diadakan secara meriah, santai dan banyak hiburan serta ilmu tentunya.

Dalam sambutan yang saya sampaikan saat pelepasan wisuda adalah ojo bosen jadi wong APIK. Kita tahu bahwa perubahan begitu cepat. Apa yang mungkin dipelajari saat kuliah sangat memungkinkan hanya sedikit kemampuan yang akan digunakan. Banyak hal yang terus berkembang dan juga persaingan yang begitu ketat. Tidak ada celah untuk hanya sekedar mengadalkan ijazah dan status sarjana, tetapi perlu kemampuan sesungguhnya. Kemampuan yang terus di asah yaitu APIK.

APIK yang pertama itu A yaitu Adaptif. Untuk semua Alumni Amikom setelah menjadi sarjana tidaklah cukup, perlu terus Adaptif terhadap perubahan yang sangat cepat. Adaptif disini adalah Mampu beradaptasi dalam merespons perubahan dengan cepat dan bertanggung jawab terhadap pekerjaan atau karir yang dimiliki. Dengan kemampuan adaptif juga berarti memiliki kemampuan komunikasi, berpikir kreatif dan problem solving. Terus beradaptasi di dunia kerja dengan terus  membangun personal branding, agar mampu membuat diri kita menjadi pribadi yang terus mampu adaptif terhadap perubahan apapun, tidak puas dengan pencapaiannya tetapi terus meningkatan kompetensi baik soft skill ataupun hard skill.

Ojo bosen jadi wong APIK yang kedua adalah P, yaitu proaktif dan produktif. Sharon K. Parker akademisi Australia di Curtin University mengungkapkan sikap proaktif dapat mendorong kinerja dan kontribusi individu dalam tim. Proaktif menjadikan akselerasi karir akan lebih cepat. Karena pekerja yang proaktif cenderung untuk menggunakan inisiatif mereka di tempat kerja dan biasanya memunculkan banyak kesempatan yang ada yang tentunya akan berdampak pada hasil dengan sifat produktifnya. Jika mahasiswa setelah lulus tetap mempunya P yaitu proaktif dan produktif maka jalan kesuksesan dalam karir akan sangat terbuka lebar dengan karya serta kontribusi baik sebagai seorang pekerja atau pengusaha.

APIK berikutnya adalah I, inisiatif. Alumni itu tidak sekedar nyaman dengan karir yang diperoleh sekarang. Harus berani keluar dari zona nyaman dan punya inisiatif untuk melakukan hal baru. Jangan menurut dan hanya bekerja sesuai perintah saja, sehingga dikenal sebagai orang yang kurang punya inisiatif di lingkungan tempat kerjanya. Kalau bekerja harus selalu mengambil inisiatif atau Apabila ingin menjadi orang sukses, harus inisiatif mengambil langkah-langkah yang positif. Inisiatif itu berani menerima tantangan dan selalu bisa menemukan solusi untuk permasalahan yang sedang dihadapi dengan cepat dan sebaik-baiknya dengan ide-ide baru yang solutif.

Ojo bosen jadi wong APIK selanjutnya adalah K, yaitu kreatif yang mampu mendatangkan inovatif. Alumni Amikom itu harus kreatif yaitu mampu untuk mengembangkan ide-ide baru dan menemukan cara-cara baru untuk memandang masalah menjadi peluang dan akan berimbas kepada kemampuan inovasi yaitu solusi-solusi baru terhadap masalah dan peluang guna terus berkembang.

Jadi setelah kalian menjadi Alumni Amikom Yogyakarta harus bangga pada pencapaian diri kalian. Apapun posisi saat ini adalah yang terbaik yang didapatkan setelah menempuh Pendidikan tinggi di Universitas Amikom Yogyakarta. Selamat dan sukses, Ojo bosen jadi wong APIK ya. @mynameiskhus