Tips

PERUBAHAN KARIR YANG SUKSES

2 years ago

Dilihat 1449 kali

Anisa Luana

Mengundurkan diri dari pekerjaan lama itu sah saja, tidak harus memaksaan sesuatu yang mungkin bukan passion atau juga karena tertarik dengan karir baru juga hal yang wajar.

Oleh : Kusnawi S.Kom., M.Eng.

 

 

Dalam satu minggu ini ada beberapa Alumni yang secara privat pengirimkan CV dan meminta terkait informasi atau peluang kerja dengan CV yang mereka buat. Beberapa ada alasan karena ingin berpindah tempat tanpa alasan yang jelas. Banyak hal yang tidak bisa diungkapkan secara terbuka dengan alasan tertentu. Banyak juga yang bertanya harus dengan siapa untuk sekedar bercerita diri dan berkonsultasi tentang karir. Ternyata masih banyak yang tidak tahu bahwa Universitas Amikom Yogyakarta melalui Direktorat BPC dan Alumni sudah terbuka dan membuka layanan Career Coaching untuk mahasiswa dan alumni.

 

Mengundurkan diri dari pekerjaan lama itu sah saja, tidak harus memaksaan sesuatu yang mungkin bukan passion atau juga karena tertarik dengan karir baru juga hal yang wajar. Banyak yang berusaha untuk mengubah karier karena berbagai alasan. Tujuan atau nilai karir Anda mungkin telah berubah; Anda mungkin telah menemukan minat baru yang ingin Anda masukkan ke dalam pekerjaan Anda, Anda mungkin ingin menghasilkan lebih banyak uang, atau memiliki jam kerja yang lebih fleksibel,  ataupun alasan yang tentunya ingin karier yang lebih baik. Justru akan menjadi benalu dan tidak profesional jika masih bekerja di suatu perusahaan tetapi tidak memberikan kontribusi yang berarti, cenderung menyalahkan atau menjadi beban perusahaan dan bekerja hanya formalitas tanpa termotivasi.

 

Sebelum Anda memutuskan, penting untuk meluangkan waktu mengevaluasi situasi tentang diri Anda sekarang, jangan karena kecewa atau alasan yang tidak jelas. Lakukan dengan mengeksplorasi pilihan karier untuk memutuskan apakah karier Anda perlu diperbaiki, atau memilih karier lain yang akan lebih dan memuaskan bagi Anda. Ada banyak alasan berbeda mengapa orang ingin berganti karier. Tentu saja ini adalah keputusan pribadi dengan banyak faktor yang terlibat. Berdasarkan survei Midlife Career Crisis tahun 2019 melaporkan setidaknya ada lima alasan utama orang mengubah karier, yaitu gaji yang Lebih baik adalah 47%, terlalu Stres dengan pekerjaan 39%, Keinginan yang kuat tentang keseimbangan Kehidupan-Kerja yang Lebih Baik 37%, menginginkan tantangan baru 25% dan tidak lagi bergairah dengan bekerjaan sekarang 23%.

 

Tidak semua yang pindah pekerjaan atau karier itu sukses seperti yang diharapkan. Ada satu ungkapan bahwa dimanapun Anda bekerja masalah itu pasti tetap ada dan sama. Jadi semua akan sangat tergantung pada keputusan pribadi Anda. Untuk perubahan karier yang sukses tentunya harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Lakukan evaluasi diri atas kepuasan kerja Anda saat ini. Yakin hanya masalah gaji , atau masalah lainnya yang sebenarnya mungkin itu bukan masalah. Jadi yakinkan diri Anda mempersiapkan diri untuk melanjutkan ketika saatnya untuk pindah pekerjaan atau karier Anda.

 

Melakukan evaluasi diri tentang minat, nilai, dan Skill Anda untuk  mempertimbangkan karir alternatif yang Anda pilih. Lakukan Career Coaching dengan mentor, orang yang mampu, teman atau keluarga untuk menemukan karir impian atau setidaknya akan mendapatkan nasihat yang profesional. Kemudian bisa lakukan berbagai opsi terkait karier pilihan yang akan di inginkan. Cari tahu sebanyak mungkin tentang bidang tersebut.

 

Banyak tantangan baru saat harus memutuskan pindah dari pekerjaan atau karier. Pertimbangkan untuk terus untuk meningkatan skill diri. Mengikuti berbagai seminar dan pelatihan online tersedia secara gratis atau berbayar. Tingkatkan keterampilan Anda. Cari cara untuk mengembangkan keterampilan baru dalam pekerjaan Anda saat ini dan juga untuk pekerjaan baru Anda.  Dan tentunya banyak lagi yang harus dipersiapkan agar perubahan karier bukan menjadi beban akan tetapi justru sebagai jalan untuk terus mengembang karier Anda serta akan mencapai tujuan karier dan hidup Anda.

 

 Diterbitkan di Tribun Jogja 21 Desember 2021